Tuesday, March 15, 2005

Seorang Sahabat

Seorang sahabat hari ini banyak mengingatkanku tentang pilihan hidup.Tuhan ternyata begitu baik untuk memberikan teman teman baru yang akhirnya kadar kedekatannya pun berbeda. Setidaknya aku sangat beruntung menemukan salah seorang sahabat ku yang sangat Jawa ini. Dan kadar kedekatan sangat lumayan setidaknya telp 3 kali sehari atau bahkan berlebih kalau kita dilanda rindu (huhuhuhu). Seorang sahabat dimanapun adanya adalah tempat berbagi dan lebih tepatnya tempat berkeluh kesah. Begitupun aku dan dia. Dan yang lebih mengembirakan lagi kita bisa menggunakan bahasa Ibu kita (cilacap VS Purwokerto). Mungkin bagi sebagian sahabatku di Jakarta bahasa yang sangat tidak asyik didengarkan. Dan bagi kita bahasa yang sangat Asyik digunakan di tengah para Bule yang tentu saja mengangap bahasa kita eksotis (hehehehe).Setidaknya aku tidak perlu telp ke rumah atau pulang ke Cilacap untuk bicara dengan bahasa itu.Hidup Jawa. Banyak hal yang menarik, berbagi tentang mimpi dan menertawakan tentang kepahitan hidup. Mungkin memang tidak seindah di angan tapi setidaknya kita sudah memilih dan kita harus bertanggung jawab atas pilihan kita. Pilihan ku untuk memilih orang yang aku cintai. Pilihan dia untuk mendampingi suami. Dan pilihan kita untuk datang ke negeri milik orang lain. Satu mimpi yang membuat ku kagum. Dia bilang ingin punya rumah besar di pinggir pantai dengan tiga dayang 2 yang didatangkan khusus dari Purwokerto atau Cilacap. Dan bisa ngobrol sepuasnya dengan bahasa yang sangat eksotis itu. Kenapa harus tiga dayang, karena menurut dia tiga adalah angka yang lucu. Punya anak harus tiga atau lima atau tujuh.... lucu. Bagi aku 3,5,7 adalah repot. Tapi setidaknya mimpi itu sangat mungkin. Dan bagiku mimpi yang bisa membuat kita lebih semangat. Semangat menyiasati hidup di negeri yang serba susah. Dan setidaknya kita merasa hidup ketika kita punya mimpi.Setidaknya aku sangat beruntung memiliki dia sebagai sahabatku....

Untuk Mba Anna yang tidak pernah putus tertawa dan kadang sedikit menangis denganku...
Untuk Sahabat 2 ku di Jakarta (Terimakasih untuk semua doa dan pompa an semangat lewat telp panjang, chat atau sekedar email...)

1 comment:

naxcie said...

Selamat menemukan dunia baru mba ...
Ternyata dunia tak sejahat yang kita kira...
Di benua yang jauh itu ada sesama kupu-kupu yang terbang menjauh dari habitatnya.....
"Hidup itu Pilihan" jangan mba selalu sedih....temen-temen di jakarta juga ikut sedih....hiks..hiks
Kepakkan sayapmu setinggi-tingginya sehingga tercapai apa yang kau inginkan.....
Keep smile sist....(bener ga mba tulisannya
Jangan biarkan kesedihan dan penyesalan merajai hati mba....
Sukses Mba...luv u sist...





NB: waduh panjang banget mba bosen neh bacanya...hehehe. salam buat mas Dave & mamanya & sahabat baru....think...think..(pake icon kedip satu mata)