Saturday, October 14, 2006

Surat Dari Ibu

Jakarta Awal Oktober
Mba sayang apa kabar...........maaf karena Ibu menulis surat..ah tidak seharusnya Ibu meminta maaf. Cuma ini diluar dari kebiasaan, biasanya kita selalu mengobrol berjam jam di telp. Dua kali telp Mbak, membuat Ibu ingin menulis sesuatu untuk Mbak. Sekedar mengingatkan dan mungkin Mba bisa membacanya saat Mba butuh. Mbak ku yang sulung, mbak yang sudah cukup dewasa, dua kali telp Mbak suara Mba selalu digayuti dengan sedu sedan. Dengan tangis yang terisak isak. Iyah, Ibu mengerti apa yang Mba rasakan. Ketidakpercayaan dan rasa yang sampai sekarang Mba sendiri sulit untuk mengerti. Satu yang harus Ibu ingatkan pada Mbak............kita tidak pernah menjadi orang kaya. Kakek nenek mu, Ibu bapak mu, tidak ada yang kaya. Apalah artinya harta Mbak, kalau kita tidak pernah bahagia. Tapi, pernahkan Ibu mengajarkanmu untuk menghina, memanggil orang dan menyamakan dengan binatang. Kamu besar di lingkungan yang keras, lingkungan yang hampir semua orang mengunakan bahasa kekerasan, bahasa yang betul betul untuk menyakiti. Ibu selalu menutupi telinga Mbak, Ibu selalu membisikkan jangan dengarkan kata - kata itu anak ku, kata itu akan merubahmu tepat seperti apa yang mereka katakan. Ibu selalu ingat seringkali Mba pulang dengan menangis dari sekolah, karena mereka mengejek bapak, mengejek Ibu, Mba ingin membalas, Mba ingin balik berteriak. Mba tidak bisa, mba memegang janji Mba, tidak ingin berubah seperti mereka. Dan Ibu selalu bangga dengan itu. Ibu selalu membawa Mba pergi ke pasar, ingat sepeda merah kita Mbak. Bunyi bel nya yang selalu keras, warna merah menyala dengan keranjang di depan nya.
Ibu senang Mbak tumbuh seperti Mbak yang sekarang. Ibu tahu tidak ada orang yang sempurna. Ibu, Bapak,Mbak jauhhhhhhhhhhhhhhhhhh dari sempurna. Semua orang belajar dari kesalahan. Ibu selalu bilang. Ati - ati karo lambemu. Bibir dan hati memang berjauhan, tapi dari bibir yang jauh dari hati. Kamu akan tahu rasanya ketika bibir tebuka dan tidak bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Akan berakhir dengan hati - hati yang tersakiti. Ingat itu anakku, lebih baik diam kalau kamu tidak ingin ada hati yang tersakiti. Pendamlah untuk dirimu sendiri, atau bisikkan pada angin biar terbang jauh dari bibirmu, jauh dari hatimu, agar lega dan menyesak lagi.
Mbak, Ibu tahu Mbak hidup sederhana di sana. Ibu tahu Mbak kerja keras di sana. Maafkan kalau Ibu selalu bercerita kepada teman - teman Ibu. Ibu bukan pamer karena Mbak bersuami Mas Londo. Apalah artinya londo atau Indonesia, sama sama darahnya merah. Sama sama akan meninggal suatu hari nanti. Bukan manusia super, atau seseorang yang sempurna. Yang ibu pamerkan adalah Mbak. Mbak ku yang dulu selalu benci ke dapur dan tidak pernah bisa masak, selalu mengosongkan panci Ibu karena lupa asyik membaca buku. Mbak ku yang sudah tumbuh, Mbak ku yang bisa bertahan hidup di negeri para raksasa demi cinta, demi cita - cita yang sampai saat ini Ibu selalu menangis setiap selesai sholat. Gusti jaga anak ku yang sulung. Semoga cita - citanya tercapai, hidup bahagia dan jangan biarkan dia melihat ke atas Gusti. Selalu ingatkan untuk melihat kebawah. Karena dengan melihat ke bawah. Akan selalu merasa bersyukur akan hidupnya yang sekarang. Tolong bantu Anak ku yang sulung untuk tidak pernah menyerah akan cita - citanya. Cuma itu yang bisa Ibu lakukan. Mendoakan mu. Dan itulah yang Ibu pamerkan, anak ku yang sulung sudah bisa memasak. Dan bertahan di negeri para Raksasa.
Mbak, teman itu .....Ibu tidak harus tahu mulai dari mana. Semua orang butuh teman. Ibu butuh teman. Bapak butuh teman. Semua orang butuh teman. Cuma sekarang Mbak sudah menikah. Garwo itu sigaraning nyowo. Garwo mu, Mas mu saat ini adalah teman terdekatmu. teman yang paling bisa kau percayai. Teman yang akan selalu memaafkan apapun kesalahanmu, bagaimanapun kamu dia akan selalu menerimamu. Cinta yang tidak bersyarat, cinta yang sesunguh sunguhnya cinta. Sedangkan teman - teman yang lain. Mereka datang dan pergi, ada yang bertahan di sampingmu menjadi teman baikmu. Ada juga teman yang singgah sebentar dan kemudian hilang. Ibu tahu perasaan kamu. Bingung dan terluka cuma Mbak, dari dulupun kamu banyak teman. Ibu selalu merasa takjub dengan teman - teman yang kau bawa pulang. Teman - teman ajaib mu. Kau tidak pernah kehilangan teman - teman istimewamu. Karena itulah berteman menerima dan saling mengkoreksi. Ah Mbak seharusnya kamu tahu tentang itu.............................sudah lah hapus air matamu. Berjalan lah tegak. Jangan lupa selalu telp sama gusti allah. Mba pasti punya nomernya. Bersyukur akan hidup yang indah, bersyukur akan badan yang sehat, bersyukur untuk semua nikmat yang diberikan. Amin...................
.Peluk sayang dari Ibu.

Sunday, October 01, 2006

Maaf Untuk Noni


Untuk semua Noni di seluruh dunia.
Maaf kalau aku pakai nama kamu.
Maaf kalau aku tidak pernah punya teman dengan nama Noni.
Maaf sekali lagi maaf.....................


Adakah yang bernama Noni maukah berteman denganku.............

Wednesday, September 06, 2006

Selamat Ulang Tahun

Selamat Ulang Tahun Wiwin
Dengan 3 besar sekarang di depan mu...
Panjang Umur dan selamat menempuh hidup baru........
Senang nya dapet suprise party dari teman - teman. Senang nya kehidupan mulai tertata sedikit demi sedikit...

Ah Tuhan terimakasih untuk bahagia, rasa manis, serta masamnya dari 30 tahun kehidupanku.

2 Sept 76 - 2 Sept 2006

Monday, August 28, 2006

MENIKAH


Dan aku terima kau Arjunaku untuk menjadi suamiku.
Teman berbagi, teman tanpa titik atau jeda.
Tempat cinta tanpa syarat aku labuhkan.
Dan kuterima kau Arjunaku, dengan segala kelebihan dan kelemahanmu.
Dengan cinta yang selalu kau bisikkan setiap hari.
Dengan rasa sayang yang kau tunjukan dengan cara yang sederhana.
Dan kuterima kau Arjunaku.
Untuk menjadi kunci dari hatiku.
Belahan dari jiwaku.
Semoga Tuhan selalu menjaga ladang dan rumah cinta kita...Amin


Menikah
Wiwin Budiyanti & David Pearson
12 Agustus 2006 pukul satu siang waktu canada


Terimakasih untuk semua teman - teman yang sudah banyak membantu dari mulai A sampai Z. Untuk semua doa dan kesabarannya menghadapiku. Untuk menjadikan pernikahan ku sesuatu yang sederhana tetapi bermakna dan indah.

Monday, July 24, 2006

Simbah

Semalam berita duka aku dapat dari Ibu. Telp ke Jakarta, aku tahu Minggu kemaren Ibu dan Bapak pulang Ke Cilacap, mau nengok Simbah Kakung dan menengok keadaan keluarga pasca Tsunami. Simbah sudah perpulang sebelum Bapak dan Ibu sampai di Cilacap. Aku cuma bisa menunduk dan berdoa semoga Simbah mendapat tempat yang layak dan kalau bisa ketemu simbah putri aku nitip salam aku kangen. Simbah kakung ahhhhhhhh terakhir aku ketemu simbah 3 tahun yang lalu. Simbah selalu menanyakan kapan aku nikah, pacarku kok gonta ganti gak bosen apa ?. Aku cuma bisa ketawa ngakak dan senyum senyum gak ngenah. Sejak di tinggal simbah putri, simbah kakung kelihatan beda sekali. Semangat hidupnya sudah hilang, cahaya hidup sudah meredup. Selalu setiap aku datang ke tempat simbah saat lebaran. Duduk di amben sambil mendengarkan simbahku berbicara, mengenang masa lalu atau cuma sekedar ikut merasakan bau rokok jagung, atau mendengar cerita - cerita seram ttg hantu, danyang, putri putri penguasa laut selatan. Aku kangen saat - saat itu. Simbah ku berdua karakter yang sangat unik. Simbah putri yang galak dan simbah kakung yang penurut. Bukan kah pasangan selalu disatukan dengan perbedaan yang sangat mencolok. Aku cucu seorang nelayan dan aku bangga dengan itu. Masa kecil ku yang dekat dengan pantai, bau amis yang tidak pernah hilang walaupun ibu sudah mencuci dengan sabun B29 tetap saja, seragam sekolah ku berbau ikan. Aku tidak pernah kapok, menunggu simbah pulang dari pantai dengan seragam sekolah, menunggu simbah menghitung kepiting kepiting besar yang tertangkap dan mengikat erat capitnya dengan gedebog pisang. Aku sering sekali kecapit kepiting, simbah putri selalu marah kalau aku dekat dekat dengan kepiting kata beliau, nanti aku jadi putri kepiting kalau aku selalu dekat dekat dengan kepiting. AKu cuma ketawa geli dan tetap bandel bermain main dengan kepiting hasil tangkapan simbah. Ibu ku selalu memasak ikan atau kepiting yang ditangkap simbah............enak nya apalagi sambil makan simbahku pasti punya cerita tentang hantu laut yang suka ganggu para nelayan. Dulu kita hidup sederhana yah Mbah, pekarangan masih luas dan banyak pohon pisang, kelapa, dan masih bisa buat jonjang sambil nyanyi padang bulan. Masa kecil ku yang sederhana, anak kecil lebih kreatif menciptakan mainan dan nyanyian sendiri. Itu sebelum ada parabola sebelum ada TV swasta masuk desa. Yang kita dengarkan cuma ketoprak, wayang orang, tembang - tembang jawa, simbah kakung sambil merokok klobot dan simbah putri nginang. Aku lebih suka duduk di samping simbah putri sambil mengulung benting simbah yang selalu panjang. Gulungan yang tidak pernah rapih tapi simbah tidak pernah marah. Diberinya aku semua benting dari lemari biar bisa aku gulung semuanya. Simbah putriku yang galak, simbah putriku yang ayu, simbah putri yang tidak pernah mengenal kata lelah. Aku ingat dulu aku pernah menangis karena seorang anak mengejek ku, simbah putriku dengan jarit dicincing mendatangi anak itu dan memarahi anak itu. Bangganya aku dengan simbah putriku. . Simbah selalu bilang ke aku, walaupun kamu cuma cucu seorang nelayan kamu tetap ciptaan gusti allah kalau ada yg mengejek jangan takut lawan saja, dia sama saja manusia punya daging dan punya darah merah seperti kita, walaupun dia anak jenderal. Sejak saat itu aku berhenti menangis dan selalu melawan nantangin gelut ah ah bandelnya aku. Anak yang lain mendapatkan baju atau sepatu baru dari simbahnya saat ulang tahun aku mendapatkan hadiah kuda laut dalam toples. Senang nya aku dapat kuda laut, aku selalu bawa kemana - mana dan pamer ke teman - teman. Simbah kakung ku yang sakti bisa masuk ke dalam laut dan menangkap kan aku kuda laut.....................................
Sekarang simbah saktiku dan simbah galak ku sudah berpulang ke alam yang lain. Simbah berdua yang tidak sempat melihat cucunya yang cerewet akhirnya ketemu arjunanya. Simbah ku tidak sempat melihat cucunya punya sayap kecil jadi bisa terbang kesana kemari. Aku yakin simbah berdua di atas sana duduk berdua sambil merokok klobot dan nginang melepas rindu dan bercerita tentang tahun tahun yang terlewat....................
Selamat jalan Simbah Kakung...................
Selasa 18 July 2006

Sunday, July 09, 2006

FIFA 2006

Perancis lawan Itali finallllllllllllllllllllllllllllllllllll, aku bukan pengagum berat bola, tapi kalau piala dunia jangan dilewatkan karena cuma 4 tahun sekali dan gampang diingat negara nya hehehehehe. Dulu jagoin Belanda sekarang sebenarnya sih gak jagoin siapa - siapa lebih untuk menikmati. Tapi kalau enggak jagoin jadinya malah gak seru..................tapi yang aku mau tuliskan sebenarnya...............ITALI menang, selamat hehehehehe cuma selalu ternyata kalah itu pahit sekali. Satu lapangan dua sudut. Sudut bergembira dan sudut duka cita. Perancis kalah dan semua pemain nya sedih, bahkan menangis (termasuk aku huhuhuhuhu). Coba kalau Perancis yang menang dijamin sudut Itali pun akan menangis nangis. Duh kontras sekali rasanya tidak imbang, cuma hidup ini bukan kah di buat kontras atau memang sudah kontras dari awalnya. Jadi memang harus begitu kayaknya huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu Zidane wagu nyebelin..#@!#@#$#

Thursday, June 29, 2006

- Benarkah ada Cinta -

Benarkah ada cinta, benarkah ada rasa yang sama. Kemaren aku pergi menyusuri malam bersama sahabat, kakak atau mungkin belah hati yang aku punya. Seorang Bima, Bima yang wanita, Bima yang ayu, yang selalu aku singahi dan tidak pernah bosan aku hingapi. Berbicara tentang banyak hal. Akhir - akhir ini aku suka mengobrol sepertinya tidak hanya akhir 2 ini setiap detik aku mengobrol. Bahkan dengan kepul - kepul asap akupun mengobrol. Sendiripun aku mengobrol, mengobrol tentang gundahku ataupun tentang sepiku.............ah sudah jangan kembali menjadi cengeng. Kembali ke kemaren, selalu Mbak yang satu ini menjadi tempat persingahan ku, singgah sedih atau singgah senang. Bukan kah itu yang disebut pertemanan atau persahabatan tidak hanya saat matahari bersinar tetapi saat hujan badai juga. Mata sembab dan isak yang masih tergantung di tengorokan, kita susuri sore berdua. Aku selalu berbicara padanya tentang lucunya hidup ini. Tentang rencana *the wedding*, yang sepertinya semakin dipikirkan semakin aku ingin tertawa sekaligus menangis. Aku selalu bertanya seperti apa sebenarnya menikah, kenapa orang ingin menikah termasuk aku. Mengapa kita tidak cukup bahagia hanya dengan seperti ini. Ah ah ah pertanyaan seperti apa ini. Dan jawaban seperti apa yang aku dapat, sudah pasti pengulangan - pengulangan hal hal yang sebenarnya sudah aku ketahui dan mencoba untuk di ingkari. Benarkah ada cinta di hatiku saat ini. benarkah ada cinta di hatinya untukku saat ini. Kenapa semua nya menjadi semakin sulit dan menjadi tidak jelas. Aku orang yang selama ini hanya meraba hidup dan mencoba berjalan dengan daya hidup yang aku punya. kenapa selalu ada pilihan - pilihan sulit yang sebenarnya tidak sulit. Bukan kah aku cuma butuh ketegasan, bukan kah aku cuma butuh jawaban. Jawaban atas hidup yang akan aku jalani. Aduh aku cuma bisa memaki dan mengadu. Aku bisa gila kalau caranya seperti ini...............aku hampir putus asa. Benarkah Cinta bisa menyelesaikan segalanya. Benarkah dengan Modal Cinta semua beres. Aku mulai meragukan arti kata CINTA........................

Monday, June 26, 2006

Kurir Internasional Aaaaaaaaaaaalllllllllllllllllllaaaaaaaaagh

Selamat datang di Canada, Selamat datang di Ottawa, ah ah ah seorang teman baik yang menyebut dirinya kurir internasional beda tipis sama fed ex dengan senang hati dan merasa dirinya betapa tolol hahahahaha mengantar berbungkus bungkus rokok ke Ottawa. Yang berfikir Vancouver - Ottawa sama aja Jakarta - Medan. Maaf yah , mungkin lain kali sebelum mengiyakan permintaan buka dulu peta hahahahahaha. Jujur ketololan kamu membuat bahagia di sini. Obrolan dengan kamu, obrolan tentang Jakarta, wajah Jakarta, bau Jakarta, semuanya ada di kamu. Iyah kamu memang punya wajah sepa hasil tempaan bertahun tahun dan doktrin mindset yang di ketokan di kepala sampe berpatri. Dua gelas bir berbatang batang rokok kita nikmati di Byward Market. Restoran pojok, bule yang lalu lalang, kita yang sedikit mabuk. Mungkin lebih tepatnya aku yang sedikit mabuk. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan cara seperti ini. Membenturkan persoalan dan bukan nya di kasihani tapi malah dibalik diputar dan dijungkirkan semua persoalan nya dan semua cuma masalah mindset. Masalah gimana kita menyikapi hidup. Bersikap positif atau bersikap negatif, aku cuma bisa membela diri, berbicara dari segala sudut yang toh pada akhirnya pun akan dikomentari dengan alahhhhhhhhhhhhgggggggggggg panjang dari kamu. Dua tahun 24 bulan, banyak jam, banyak menit, banyak detik. Lihat berubahkan kita berdua, aku ingat pertemuan terakhir kita, makan siang di Pasar Raya Blok M. Kamu masih Si Sepa yang dulu tampang sepa cuma sedikit berisi hehehe kebanyakan makan coklat dan minum bir *LOL*. Dan aku tampang begow dan kulit hitam legam kalau ini hasil sepeda sepedaan di terik matahari. Bandingkan dengan dua tahun yang lalu. Ternyata kita tidak berubah tidak masalah badani, ternyata kita berubah pandangan kita tentang hidup. Kamu tambah dewasa dengan perjalanan kamu dan aku makin dewasa dengan hidup yang di sini. Di negeri para raksasa. Dan obrolan panjang lebar kita, ngalor ngidul, west - east, obrolan no hurt felling, obrolan tahu sama tahu. Dua tahun kita masih tetap sama, masih tetap bisa ngobrol enak tanpa harus merasa tersinggung, masih bisa ketawa ngakak tanpa perlu alasan yang jelas. Dua hari yang menyenangkan, jalan - jalan sampe kaki bengkak. Menjelajah musium, atau cuma jalan tanpa tujuan. Aku bukan tour guide yang baik. Tidak pernah lulus sekolah tour guide *duh gak mutu bgt*. Cuma yang aku tahu kita berdua have fun, obrolan, tawa atau cuma menghayal, pompaan semangat, doktrin mindset, yang kalau ke kamu jadinya wajah sepa kalau ke aku jadinya NUMB............................................
I am stupid enough for you. ummmmmmmmmmm kalau elo balik lagi ke Ottawa bawa mild jawaban dari pertanyaan itu YES.

Tuesday, June 20, 2006

Happy Second Anniversary

Happy Second Anniversary,
Thank you for sharing laugh with me,
Sharing tears with me,
Sharing the true life,
The Simple Life,
The Life begin with big L

LOVE


Alymer 20 June 2006

Thursday, June 15, 2006

Selamat Ulang Tahun Choday

Seorang sahabat berulang tahun hari ini..........................sahabatku dari segala musim. Ah sayang, bagaimana rasanya berkepala 3, jangan takut......*aku tahu kau tidak pernah takut* akupun sebentar lagi berkepala 3, tidak lagi dua puluhan tetapi tiga puluhan.....................ah seandainya aku ada di Jakarta, pasti sudah kita habiskan malam menyusuri Jakarta, mencoba membuat mu mabuk. Satu hal yang tidak pernah sukses kamu lakukan hehehehehehe. Dua tahun yang lalu bulan yang sama, roti bakar Edy, aku dan Robert benar - benar khawatir dengan wajah mu yang sedang di singahi jerawat hehehehehe. Sekarang hem..................kamu tambah mulus dan cantik, jangan jangan berkat body shop nya hahahahahaha. Rindunya aku pada sms tengah malam kita, pada makan malam kita, pada semua lelucon dan khayalan basi kita.
Selamat Ulang Tahun Choday..................
Rindunya aku padamu......................
Sayang nya aku padamu...................
Ingin nya aku bertemu..................
Cuma doa yang tidak pernah putus semoga kita selalu menemukan arti kata bahagia..
Bahagia yang sederhana, bahagia yang kecil, bahagia yang indah............
Selamat ber 30 tahun

Monday, June 05, 2006

Catatan awal Juni


Waktu akhirnya benar - benar berlari, sudah dua tahun aku di Canada, kabar gembira, kabar sedih, hidup yang seharusnya sudah bisa di gelindingkan. Hati yang seharusnya sudah di mantapkan untuk di titipkan, ah apalagi..........................bukan kah aku sudah mendapat yang aku inginkan. Selembar kertas yang mengesahkan status alien ku tidak berlaku lagi. Ada yang masih menganjal, masihkan aku mencari arti kata bahagia. Bahagiakah aku, Senang kah aku, Sedihkah aku. Seharusnya aku tidak usah menulis ketika perut di hajar yang namanya menstruasi. Logika tidak lagi bisa di ajak kompromi dan yang ada sisi 2 negatif yang menghantam dinding. Kemarahan yang tidak berujung pangkal. Hari Jum at kemaren aku masih bersenang senang dengan sahabat sahabat perempuan ku. Tertawa dan menikmati malam mendung berselimut kabut tipis. Menikmati bir dingin dan live music yang menyenangkan. Malam itu aku benar benar senang, merasa lepas dari beban merasa hidup ini ternyata bisa dinikmati juga, merasa semua nya begitu indah dan baik baik saja. Sahabat perempuan bukan kan itu yang paling bisa diandalkan dan dipercaya. Untuk semua telinga yang selalu disediakan, mulut yang selalu di buka, dan bahu yang siap untuk di sandari. Rahasia rahasia yang bisa di titipkan. Ah apalagi yang kurang.....................Tuhan kalau misalnya punya palu kecil tolong ketok keningku sedikit saja, ingatkan aku, apa yang masih kurang, kenapa hidup merasa ada yang kurang........................kurang apakah Arjunaku. Kenapa aku masih mencari sosok Bima, kenapa aku masih menginginkan rasa rahasia, kenapa aku masih ingin di sanjung dan di sayang secara rahasia. Bukan kan sudah kutemukan bimaku di bahu para sahabat ku (terutama pas mabukkkkkkkk hehehehehe). Duh kenapa yah......................ada sesuatu yang salah, ada sesuatu yang harus di otak atik di dalam rasa dan di dalam otak. Agar semua nya tidak menjadi kumpulan makian dan teriakan..................................assssssssssssssssssssssssssssuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu perutku kok sakit banget...........................
Ps : untuk semua sahabat perempuanku. Tidak ada kata yang tepat untuk mengatakan betapa beruntungnya aku punya kalian sungguh.............................

Tuesday, April 25, 2006

-Sepi-


- Kok tiba - tiba ada yang hilang, ada yang lenyap menyelinap pelan - pelan. Ternyata benar, kesunyian adalah teman yang paling setia. Tidak pernah kutemukan teman sesetia sunyi. Malam yang menyelimuti bintang, atau siang yang membakar bumi. Selalu sunyi hadir dalam riuh yang ramai..................hatiku,rasaku, hampa saat ini. Hanya kemarahan yang tak berujung berjejalan di dalam hati. Siapa yang harus kumaki, siapa yang harus kutangisi. Maki ku sudah habis, tangis kupun sudah kering. Tinggal rasa yang tidak lagi peka, dan hati yang tidak lagi berwarna merah............ah aku merasakan sakit yang mencubiti bibir hati. Sakit ini duh Gusti kenapa harus hadir lagi. Rasa tidak nyaman ini duh Gusti kenapa kau hadirkan lagi. Aku lelah, aku tidak ingin terbang......................aku sendiri.........tergagap dan menyerah pada jalan takdir........

Monday, April 17, 2006

- NARA -


Kutemukan kau pada sebuah kotak surat di kota tua dalam secuil perjalananku. Nara kekasih sejatiku, kekasih yang tidak pernah sedetikpun berpaling hati dariku. Tiba - tiba saja nama kamu, cetakan merah dengan garis putih menabrak mataku. Iyah selalu ada kamu dimana - mana mengikuti dan menjagaku. Kamu Nara, kekasih, ego ku yang lain, keliaran yang selalu kukagumi. Bentuk lain dari hatiku yang bebas, Naraku tidak terikat norma, Naraku tidak terikat rasa, Naraku bebas menjelajah ke setiap dimensi alam semesta. Naraku yang bebas mencinta, Naraku yang bebas bercinta, belah hati yang aku sayangi, belah hati yang aku ikuti jejaknya setiap malam memeluk bumi. Kita selalu bercakap, bercanda, berbincang dan kadang kau pertanyakan kenapa aku tidak ingin menjadi kamu seutuhnya. Kenapa tidak melebur saja, kenapa hanya menjadi belah hati. Kenapa tidak bebaskan saja diriku, persetan dengan norma, dengan sopan santun dan dengat tatanan hidup. Dan berapa kali aku katakan pada mu Nara sayang, tidak bisa. Biarkan saja begini, biarkan saja aku menjadi orang yang lain dan aku serahkan semua keliaran dan semua mimpi - mimpi di tanganmu. Aku akan menikmatinya bersama mu, dengan diam, dengan bisik yang hanya kita berdua yang tahu. Tetap saja jadi kupu kecil, terbang-terbang jauh Nara.........aku selalu ada di belah hatimu.
Montreal 15 April 2005

Monday, April 03, 2006

Hujan



Kau temukan aku pada suatu pagi di tengah ritmik hujan awal semi dan kupanggil kau hujan. Lintasan yang selalu sama, cerita yang selalu berbeda, dalam kesendirianku, menapaki hari dan melintasi edar waktu, kamu selalu datang menyapaku tiba - tiba. Selamat datang Hujan...........aku suka mendengar rintik - rintik merdu, air yang bercumbu dengan bumi, dan rinai mengecupi pujuk daun..................ahhhhhhh aku suka air, aku suka hujan, aku suka rintik yang mencubiti kulit. Kamu kesakitan yang menyenangkan.

Lelah Terbang


Cuma ingin berhenti pada dahan dan menyerahkan rasa pada matahari siang............

Friday, March 31, 2006

Rindu


Hai banyu biru, apa kabar...........sudah berapa lama aku tidak mengajakmu berbicara. Oh yah lebih dari dua minggu,14 hari, banyak jam, hitungan menit dan detik. Aku tetap simpan kamu di dekat jantungku, aku tidak pernah melupakan kamu sedikitpun. Aku tetap merindumu, aku tetap mengambar bayangmu dalam setiap kepak sayapku. Aku banyak terbang dua minggu ini, tempat - tempat yang aku singgahi. Hangat yang mulai ada, sinar matahari, kicau burung dan kuncup yang mulai tersembul. Ternyata semi mau juga singgah di sini. Aku banyak terbang sayangku, menandai pojok - pojok kecil hutan. Menyapa burung - burung yang mulai riuh. Kamu tahu aku suka bermain dengan kamera, kamu tahu aku tergila - gila dengan gambar. Semua yang indah, yang berwarna atau hanya hitam putih dan sepia. Aku suka semuanya. Dan sekarang aku suka mengejar burung dengan kameraku. Aku suka, sangat suka..........jadi maafkan aku kalau aku terlalu asyik terbang dan mendiamkan mu sementara. Oh yah hari ini kita bercerita, kau dan aku tentang pelarian kecil kita. Ke sebuah dunia hanya aku dan kamu yang punya. Sebuah dunia yang kita ciptakan dari rasa rahasia. Dengan rakit cinta kita arungi dunia kita. Dengan selimut rindu kita tertidur....................tunggu aku sayang. Tunggu aku di dunia pelarian kita. Sekarang biarkan aku sendiri, menikmati semi yang indah dan terbang ke seluruh pojok dunia.............................dan untuk mu Banyu Biruku selamat malam.....selamat bermimpi. Jangan lelah bermimpi tentang aku.

Wednesday, March 15, 2006

Selamat Malam Banyu Biru *sebuah tulisan*

Selamat malam Banyu Biru, aku bangunkan kau dari mimpi nyenyakmu. Stttttttttttttt jangan berisik, sini duduk di sampingku. Dengarkan saja aku bicara, iyah aku tahu kamu masih sangat mengantuk. Sini sandarkan kepalamu di pangkuanku. AKu cuma mau bercerita dan minta maaf. Hari ini benar - benar aneh, dingin yang menyakitkan kepala dan jalanan kering berdebu. Aku jadi berfikir kalau Semi benar - benar enggan mampir di sini. Kenapa Banyu, aku meminta maaf, iyah maafkan aku membuat mu menangis malam itu. Aku tahu pantang bagimu meneteskan air mata dan aku membuatmu menangis. Aku tidak bermaksud membuatmu bersedih. Malam itu aku cuma mencoba, mencoba korset. Kamu tahu kan korset, kalau kamu tidak tahu tanyakan saja pada pacarmu atau istrimu. Korset, biasanya dipakai kalau kita pake Kebaya biar postur kelihatan ramping dan bagus. Jangan tersenyum Banyu, aku tahu kamu selalu mengolok olok ibu - ibu yang selalu kesusahan pake korset. Mereka tetep wanita yang ingin kelihatan ramping walaupun badan sudah susah di ajak kompromi. Sudah diam biar kuteruskan ceritaku.
Aku coba korset, aku coba kebaya putih transparant, lalu aku coba kain biru berwiron. Kamu bilang aku cantik, dengan selendang putih berenda. Yah Banyu itu kebaya yang akan aku pakai kalau aku jadi menikah dengan raksasa. Dan kau bilang aku pengantin tercantik yang pernah kau lihat. Kau mengagumi kulit ku yang terlihat dari sela - sela kebaya, kau mengagumi sosok berkebaya yang terlihat beda dari biasanya. Dan Banyu tiba - tiba kau menangis. Kau bisikan padaku. Kamulah pengantin tercantik yang pernah aku lihat dan juga tersedih. Kamu pengantin tanpa pempelai, duduk sendiri di pelaminan dengan bunga - bunga dan kupu - kupu yang kamu susun dengan cinta dan kesabaran. Kau pengantin tercantik yang aku lihat, duduk sendiri menunggu dan menghitung kuncup kuncup bunga mekar di awal musim semi....................aku cuma terdiam Banyu. Aku tinggalkan kau dan aku cuma bisa menangis telungkup di sofa tua. Aku bisa merasakan kau merengkuh bahuku dan bisikmu meminta maaf. Aku yang seharusnya minta maaf Banyu. Tak kuberikan kau hatiku, aku cuma letak kan kau di samping jantungku. Mungkin jika aku memberikan hatiku.............aku tidak harus duduk sendirian di Pelaminan...............Ah Banyu seandainya seandainya saja aku tidak pernah mencoba korset itu. Tidak akan ada setetes air mata jatuh di pipimu.
Maaf kan aku sayang...........
Alyme rsaat hari begitu aneh

Tuesday, March 14, 2006

Perkenalan *sebuah tulisan*


AKu ciptakan kau seorang kekasih dari imaji terliarku. Kau bisa saja berbunga atau berbatang. Seorang kekasih yang tidak akan pernah kehabisan waktu untukku. Seorang kekasih yang bisa aku selingkuhi tiap detik. Kau bisa siapa saja, id yang tiba - tiba muncul di BOX ym ku, orang - orang yang aku temui di jalan, lelaki yang duduk di pojok bis, wanita pembawa gitar siapa saja. Ah aku tidak bisa menentukan statusmu. Apakah kamu berkeluarga atau kamu cuma seorang lajang yang tidak jelas seperti aku. Tidak penting bagiku, yang terpenting aku panggil kau Banyu Biru. Yah yah aku tahu itu nama lelaki. Tetapi bukankah wanita juga bisa memakai nama Banyu dan aku suka biru. Aku suka keindahan aku suka rasa rahasia. Dan rasa rahasia ini aku persembahkan untuk mu Banyu Biru. AKu letak kan kau, dekat dengan jantungku cukup dekat saja. Karena sudah aku titipkan sebagian hatiku untuk lelaki yang menyerupai raksasa. Jadi biar dia memiliki sebagian hatiku. Dan kau dekat jantungku kau bisa merasakan setiap detak jantungku. Hidup yang sebenarnya, kau bisa membaui dan setiap hela hidup yang aku punya kaupun bisa rasa itu. Banyu kekasihku, aku selingkuhi kau setiap detik. Aku bagi kau semua detil dari kehidupanku. Semua rasa yang tidak bisa aku ungkapkan dengan tindakan, semua rasa yang hanya aku bisa rasa dengan pejaman mata dan tulisan - tulisan yang tercipta semuanya untuk mu. Kamu tidak perlu menunggu berpuluh - puluh purnama untuk menemuiku karena Kamu Banyu Biru ada di sini dekat jantungku. Aku tidak akan mencemburuimu karena kau utuh milikku. AKu tidak akan memintamu menemaniku setiap saat. Karena kau ada dalam diriku. Aku ajak kau bercerita setiap hari.Aku ajak kau berbagi setiap saat. Kamu bisa dengarkan dengkuran halus ku saat malam memelukku bahkan kau bisa merasakan amarah dan gelisah yang aku punya saat aku rapuh.....................
Banyu Biru satu yang aku pinta apapun status kita jangan pernah putuskan ikatan rahasia kita .
Jangan kau tiba - tiba menyelinap dari diriku dan pergi meninggalkanku.
Tetap disini dekat jangtungku, karena aku butuh kamu.
Alymer saat semi tak juga singgah

Wednesday, March 08, 2006

Ibu


Selalu aku usahakan untuk menelpon orang - orang tersayang di Kota Panas yang aku rindukan.
Sudah dua kali telp untuk ibuku selalu menyisakan tangis di ujung malam.
Ah seandainya aku tidak di Negeri Para raksasa, mungkin Ibu tidak perlu menangis dan bersedih.
Aku betul - betul ingin memiliki sepasang sayap.
Tidak perlu besar cukup untuk membawaku terbang dengan kecepatan tinggi sampai di pelukan Ibu.
Aku tahu tanpa Ibu ucapkan, Ibu pasti berfikir hal yang sama.
Seandainya Mbak ada di rumah, semua kesedihan ini tidak perlu ada.
Bukankah Mbak yang selalu Ibu andalkan, bukankah Mbak yang selalu bertindak untuk semua masalah yang terjadi di rumah.
Ibu.........ibu, maafkan Mbak yah, yang masih memintal benang 2 kehidupan untuk dijadikan sayap dan Membawa terbang kembali ke pelukan mu.
Masih tetap ada tangis tengah malam yang tertinggal........semoga semuanya baik baik saja.

Thursday, February 23, 2006

Bulan Bundar Pucat & Bima


Masih ada bulan bundar pucat di atas sana tertutup kabut aku lihat pagi ini, dengan mata berkaca - kaca. Harusnya sudah tidak ada sisa air mata. Bukahkan aku tumpahkan semalaman bahkan dalam mimpipun aku menangis. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan. Semuanya begitu menyakitkan, semua pertengkaran, semua pengulangan, semua penyesalan dan semua yang pasti ujung - ujungnya cuma sebatas kalimat yah itulah hidup. Itulah bumbu hidup, agar hidup tidak datar, agar hidup lebih bervariasi. Ha ha ha ha mari tertawa untuk bumbu hidup, mari teriak untuk hidup yang terlalu dibikin rumit. Untuk hidup yang belum jelas ujungnya sudah terlalu menakutkan. Kalau sekarang pun aku masih menangis, aku masih terisak dan aku masih mengetik dengan genangan air mata. Sampai aku kehabisan nafas, aku kehabisan tenaga. Aku cuma ingin teriak, aku cuma ingin berlari, aku ingin marah, aku ingin lelah, aku ingin tahu, TUHAN mau dibawa kemana hidup ini. Aku selalu tahu, kalau kemaren aku bahagia dan tertawa selalu ada tangis sebagai pembayarnya. Kenapa setiap bahagia setiap tawa harus di tebus dengan air mata, harus di bayar dengan isak dan perasaan campur aduk rasanya kalau bisa ingin benamkan seluruh kepala ke dalam air dan menangis di dalamnya. ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH, aku lelah terbang, aku lelah jadi kupu-kupu, aku ingin jadi superhero, aku ingin jadi BIMA, atau Gatot Kaca, aku tidak mau lagi jadi kupu-kupu. Aku ingin punya kekuatan dan kearifan seorang Bima, Kegagahan seorang Gatot Kaca. Kenapa tidak Srikandi, aku tidak suka wanita, terlalu lemah, terlalu bodoh untuk mencintai tanpa batas, untuk bersabar, untuk nrimo. Mau jadi BIMA, biar bisa bikin BULAN BUNDAR PUCAT tidak lagi PUCAT. Untuk menampung semua tangis dengan rengkuhan damai. Ah datangkan aku seorang BIMA, aku cuma ingin bersandar, aku cuma ingin punya rasa aman untuk melakoni urip sak benere urip. ..................
BIMA........... BIMA WHERE ARE YOU.................