Monday, June 06, 2005

Kepala Nenas

El, ini kali kedua aku pergi ke salon potong rambut dalam bulan ini. Lebih enaknya dibilang cukur rambut atau potong rambut. Kalau potong kok kesannya potong rumput, potong sapi. Pokoknya rambutku memang lebih tepat kalau disamakan rumput, kaku dan lurus. Dan inilah aku di siang terik 35 celcius, pergi nyebrang dari apartemen yang panas ke tempat potong rambut dan berharap bisa mendapatkan potongan pendek yang trendy dan rapih. Masuk ke Salon sebenarnya ada keragu-raguan karena, cuma ada lelaki tua dan gak yakin dia bisa memotong rambut wanita. Tapi karena aku sudah tidak tahan dengan hawa panas dan tebalnya rambutku yang serasa memanggang kulit kepala. Ya sudah duduk manis di kursi, dan disitulah aku melihat jajaran gunting dengan rapi di atas handuk kecil warna hijau sepertinya profesional. Ambil nafas dan berdoa dalam hati semoga hasilnya seperti yang aku inginkan. Tunjuk model dalam majalah, model wanita cantik dengan potongan rambut pendek dan kelihatan imut. Ambil nafas berdoa Tuhan jadikan aku seperti model dalam majalah. Dan kemudian setelah basa basi dengan bahasa yang kacau tentu saja bahasaku saja yang kacau. Mulailah kres kres sepertinya aku mendengar 100 kres dalam penantian panjang. Tanpa kacamata tentu saja aku tidak bisa melihat bayangan wajahku di cermin. Dan dengan modal PEDE yang segede gunung, berharap semoga apaun hasilnya nanti aku tetap manis semanis madu, canti secantik peri dan menarik seperti kupu-kupu. Dan waktupun berjalan, kres kres kres bau tembakau dari bapak pencukur, suara uhuk uhuk karena dia batuk batuk. Membatin dalam hati kalau trus trusan uhuk uhuk pasti hasil potongannya mencong mencong alias gak rapih. Ambil nafas sekali lagi.........komat kamit berdoa dan akhirnya selesai sudah acara potong rambut. Dengan senyum manis si Bapak dan bilang........ gimana senang kan sama potongan rambut yang baru ?. Ayo pakai kacamatanya (ini terjemahan bebas dari bahasa kaum raksasa). Dengan perasaan kacau melihat ke lantai uihhhhhhhhh banyak sekali rambut awak di potongnya. Dan melihat ke arah cermin inilah aku cowok bandel umur 15 tahun dengan rambut seperti kepala nenas dan nyengir lebar yang sebenarnya cengiran sedih dan kaget . Bilang thank you trus bayar dan cepat cepat cabut dari salon. Pasti manusia 2 apartemen akan melihat ku seperti cowok belasan tahun. Aduh jadi seperti cowok cuma bedanya aku punya buah dada. Wah harus bikin kaos dengan tulisan wanita dewasa dan berbuah dada. Atau ini cewek asli lho dan sudah besar boleh di check. Dan beribu ide muncul di kepalaku. Hem ternyata hawa panas tidak saja bikin hatiku kering juga otakku. Dan langitpun tertawa lihat potongan rambutkuuuuuuuuuuuu hahahhahahahahahahahaha selamat datang kepala nenas.

No comments: