Sunday, January 29, 2006

3 orang perempuan....


3 Orang perempuan dengan kisah yang berbeda dengan luka yang berbeda dengan cara pandang hidup yang berbeda. Aku tidak tahu, harus aku mulai dari mana kisahnya, yang aku tahu satu alasan yang membawa mereka terbang ke negeri 4 musim ini Cinta cuma Cinta. Pada akhirnya Cinta pun menjadi sesuatu yang kabur untuk dimaknai, cinta menjadi suatu kewajiban dan kepasrahan terhadap hidup. Mungkin ada yang mencoba menerjang hidup dengan semangat 45, ada juga yang tegak kokoh bagai pokok pohon ribuan tahun, atau ada juga yang cuma ikut arah angin membawa hidup ini kemana. Yang aku rasa, pertalian ini, nasib yang mengadu 3 kepala, 3 suara menjadi jalinan yang terikat saling mendukung saling mengikat dan terikat. Obrolan di telp, kunjungan 2 mendadak, jalan lontang lantung ke mall atau cuma sekedar duduk berlama lama di Kafe Desak.................ah bukankah itu hiburan yamg luar biasa untuk kita perempuan 2 yang tidak pernah libur dari hidup. Aku selalu tersenyum geli, setiap kali mengingat ritual kita, selesai dengan satu gelas kopi, dilanjutkan dengan berdiri di luar berderet paling tinggi sebelah kanan dengan posisi siap grak menghisap rokok pelan 2 sambil mengomentari bule 2 berlalu lalang. Dingin yang selalu kita umpatin, gaya berpakaian orang - orang yang selalu kita komentari dan kepulan asap. Hiburan murah yang selalu membuat kita sehat (bukankah tertawa itu sehat). Ah aku jadi menyesali kenapa tidak ada toko yang menjual Star Mild atau Mild mild yang lain.............huhuhuhu cuma mild yang bisa bikin aku agak hikkkkkk sedikit ke atas...... nikmatnya. Sayang tidak ada lagi mild, tapi aku tetap memegang prinsip merokok itu kalau ada kalau tidak ada jangan dipaksa (*-* soalnya rokok mahal dan gak seenak mild hehehehehe).
Kadang ada menyesak di hati dan tiba- tiba sudut mata menjadi basah kalau kita sedang berbicara tentang cinta yang semakin kabur. Tentang sulitnya mengenal mahkluk yang bernama lelaki, sulitnya menerima dan memahami jalan pikiran mereka. Kata yang selalu diucapkan berulang ulang antara kita bertiga adalah SABAR, mungkin kata itu tidak lagi ada kekuatan untuk masalah yang sepertinya semakin mengunung. Tapi mungkin kalau di rapalkan seperti mantra.......bisa berguna. Coba saja setiap bangun pagi ucapkan lima kali sabar sabar sabar sabar sabar, sore hari dan malam sebelum tidur. Mungkin saja sabar akan mengakar di hati dan kita tidak perlu lagi merapal otomatis sudah tertanam.
Memutuskan untuk tinggal di negeri orang, sama dengan bersiap menerima kesendirian dan jauh dari keluarga. Keluarga yang kita miliki adalah teman - teman terbaik. Kekuatan yang kita miliki sayang antar teman, dan ketika cinta sudah menjadi kabur bukankah masih ada cinta dalam bentuk yang lain. Cinta yang saling mendengarkan, saling menghibur dan menyemangati. Aku selalu kagum dengan 2 orang perempuan temanku yang menyikapi hidup dengan cara yang baik. Aku yang selalu mencoba untuk menyerah dan mundur walaupun kata Choday aku punya semangat yang tidak kalah dengan Sudirman, tetap aku butuh untuk di dorong di bangunkan bahkan kadang di teriakin. Jangan menyerah untuk hidup di negeri para raksasa. Jangan menyerah dengan ketakutan dan angka 2 yang belum pasti akan menjadi masa depanmu. Salah satu temanku pernah berpendapat, mungkin ini cara Tuhan untuk menghukum kita, dengan segala kemudahan yang pernah kita dapatkan di negeri sendiri, dan sekarang harus benar 2 berjuang dari 0. Yah mungkin juga atau cara Tuhan untuk menjadi kita tumbuh menjadi semakin dewasa dan matang............(amin)
ps: Untuk Mba, Mbok'e dan aku semoga sabar tumbuh di hati kita bertiga.............

Saturday, January 28, 2006

Let me say first


For My Best Friend Who lived in City with Sun and traffic.
Ah yeah we are almost 30 now and still single and yeah I had problem to accept and compromise with diversity. I read your blog about let them say it first. Yup "Anything impossible & AJAIB could happen in my life”. Sometimes I wonder with my self with all the decision I have made. Something imposible turns into something posible and yes you can call that nekat, I agree with that word. And now I think more about my future and my plans for my life, and maybe in the end I will said the same word whatever. For now I can't accept "uncertain status" and yes Let me ask first And Let me Say first. I need words, I need comfort, maybe that just some promise and wishing but still I need that to make me calm down. In the end I realize that never happen. Well at least I am trying to keep asking and saying, and that become pattern in my relationship. Ask, say , wish and promise. I am too easy to accept or maybe I started or already become numb and said in the end of the day my fav word whatever.
In fact we are women had issues with ages. And I can imagine people who lived in our society felt sorry about us. Ohhhhhhh poor dear you and you "30 old virgin *^*" And they will said I wish and praying for both of you can find right man and built family lived happy forever . And I imagine we give big smiling inside broken heart million pieces. I wish everthing in this world is easy to solve, I wish my life is not complicated. And I remember reading book Dont sweat the small stuff by Richard Carlson, He write Life is a Test. It is Only a Test.

Thursday, January 05, 2006

Awal Tahun 2006


Awal tahun 2006, salju turun sepagian. Langkah yang terseok - seok, tebalnya salju, angin dingin dan salju yang tumpah dari langit. Bukannya dulu aku ingin sekali melihat salju. Membayangkan keindahan negeri negeri yang berselimut putih. Daun, pohon dan hamparan yang cuma putih. Dan kini aku yang terseok langkah yang berat, hati yang gundah dan semua pikiran tumpah ruah. Sebatang rokok, ruangan sempit, PADI, pikiran yang kosong. Tuhan apa sebenarnya rencanamu. Mengapa untuk mencintai saja sulitnya minta ampun, memahami perbedaan, menerima perbedaan, bukankah Tuhan sendiri menyenangi perbedaan. Bukan kah Tuhan sendiri yang menciptakan perbedaan. Dan kenapa begitu sulit untuk menyatukan perbedaan. Berbedaan dua budaya, dua musim, 2 agama. Ah....................kita berjalan kembali ke titik 0. Aku kembali menanyakan apa sebenarnya yang membawaku ke negeri 4 musim ini. Pertanyaan yang basi, persoalan yang basi dan selalu mentok dengan ya sudah deh apa pun yang terjadi terjadilah. Duh kedengarannya gak optimis. Kedengarannya tidak yakin untuk hidup. Tapi bukahkan itu lebih melegakan, lebih membebaskan. Cuma mikir gimana hari esok. Tidak meloncat gimana minggu depan, bulan depan, atau tahun depan. Gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, aku sudah 30 tahun sekarang. SO What ........ kalau sudah 30 memang kenapa. Harus buru 2 nikah. Harus cepet 2 punya anak. Ah irinya aku dengan anak 2 kecil. Yah bermain saja bermain .........jangan lekas 2 besar. Manjadi dewasa itu tidak menyenangkan, menjadi dewasa itu membebani. Duh pernyataan seperti apa itu. Pernyataan orang yang patah semangat, orang yang kehilangan nyali hidup. Kemudian berbicara tentang resolusi, berbicara tentang target tahun 2006. Apa coba resolusi ku mengurangi belanja heyyyyyyyyyyy belanja adalah rekreasiku. Saat yang menyenangkan, jalan di mall, dengan duit pas cari toko dengan discount besar besaran. Bukankah itu melatih kesabaran dan kejelian mata dan pangilan jiwa. Jadi aku tidak akan menjadikan itu suatu hal yang harus dikurangi. Kalau memang jalan - jalan di Mall bikin aku senang kenapa tidak di jadikan kesenangan. Trus apa hemmmmmmm mungkin harus sering 2 nengok Tuhan. Sepertinya aku sudah jarang telp dengan Tuhan, hampir tidak pernah malah. Mungkin itu juga yang bikin aku merasa ada yang hilang. Tapi dulu juga aku jarang telp dengan Tuhan tapi tetep asyik asyik aja. Duhhhhh kembali ke pembenaran. Tidak ada alasan untuk sekadar say helooo sama Tuhan sekedar bilang thanks to makanan, pakaian dan udara yang masih aku hembuskan keluar masuk paru- paru, untuk menjaga orang 2 tercinta di Jakarta. Mungkin Tuhan juga akan bilang, itulah kenapa kamu susah menerima semuanya , karena untuk menerima Aku saja dan sekedar ucap syukur 5 kali sehari masih malas. Gimana dengan persoalan 2 besar, njukkkkkkkkkkk tiba - tiba ada jalan keluar NO WAYYYYYYYYYYY aku harus uji kamu dulu. Harus tahu seberapa kamu kuat menghadapi semua ini. Dan jangan lupa untuk kirim laporan dan say thanks to Me. Baru AKU bantu dari atas.
Wah kalau tiba 2 Tuhan bener ngomong gitu gimana yah yah sudah deh resolusinya sering 2 say heloo sama Tuhan. Maaf yah Tuhan kalau tahun kemaren dan kemarennya lagi aku selalu memutuskan saluran dengan mu. Aku juga kangen kok sungguh. Cuma Tuhan aku kok merasa malu yah menghadapMU. Merasa sangat hina dan kecil. Mengumpulkan keberanian seperti itu saja aku merasa minder. Maaf yah Tuhan

Saturday, December 24, 2005

Selamat Ulang Tahun Dharma & Anita


Selamat Ulang Tahun Kembar.
9 Desember 2003 kalian lahir. Sehari setelah Yeisha lahir. Coba tante ingat 2, kapan pertemuan pertama Tante dengan kalian. Setahun yang lalu, musim dingin. Dingin yang mengigit dan tumpukan salju dimana - mana. Dharma belum bisa berjalan, Anita sudah berjalan dengan tegap. Kalian begitu lucu dan indah. Dan kemudian Tante menjadi tamu tetap. Bukan tamu lagi sudah menjadi Tante tetap. Melihat kalian tumbuh dan berinteraksi setiap hari. Tante tahu kalian berdua saling menyayangi. Kalian selalu berbagi, berbagi tempat di perut mama, berbagi makanan di perut mama, berbagi segalanya. Dan sekarang Dharma dan Anita sudah 2 tahun. Anita sudah pintar berbicara lebih tepatnya membeo hahahahaha lucunya mendengar Anita selalu menirukan kata - kata Tante. Dan Tante selalu merangkai kata menjadi puisi. Tentang langit biru, bunga, daun, pohon dan burung. Anita menirukannya dengan indah. Dan Dharma cuma mengiyakan he eh. Dharma irit kata - kata, tapi Dharma selalu tahu apa yang dimaksud, selalu mengerti dengan rasa yang halus dan senyum malu - malu. Anita menyayangi Dharma selalu membawakan mainan Dharma, walaupun kadang kesannya memaksa, itu karena Anita sayang sama Dharma. Dan begitu juga Dharma selalu menunggu Anita, selalu mengikuti Anita. Dua hati yang berbeda kepribadian, saling melengkapi saling memenuhi. Hingga rumah menjadi penuh dengan tawa, canda dan cinta. Kalau kalian besar nanti Tante akan ceritakan gimana kalian waktu kecil. Anita yang keras dan Dharma yang lembut. Tante akan ceritakan bagaimana kalian suka mendengar Tante menyanyi ABC dan semua kelucuan kalian. Selamat Ulang Tahun yang ke Dua yah. Harusnya Tante tulis ini jauh jauh hari. Cuma Tante sibuk mengejar pelangi di ujung langit hahahaha.

Selamat Ulang Tahun Yeisha


Selamat Ulang Tahun Yeisha

Ah 2 tahun yang lalu, Yeisha tentu tidak ingat. 8 Desember 2003 Yeisha lahir dan Bude jingkrak - jingkrak kegirangan.Ah akhirnya punya keponakan yang cantik. Dan bude berkhayal kalau Yeisha besar bude dandanin pake pita warna warni dengan sayap kupu - kupu. Yeisha itu dari bahasa mandarin artinya Bintang Pemberani. Nama yang cantik, Bude, Tante Yuni dan Ratih, Papa, Mama dan Mbah Kung plus Mbah Ti. Kita semua keranjingan nonton TV Serial Meteor Garden. Dibelain sampai jam 3 malam sampe semua VCD kita tonton habis. Dan Mbah Kung sponsor tunggal untuk beli VCD itu hehehehe. Mama Yeisha dan Papa Yeisha bagian pembelian. Dan Yeisha salah satu tokoh di Film itu. Cantik dan karakternya menarik. Dan Papamu bilang kalau punya anak cewek mau dikasih nama Yeisha. Papa-mu jatuh cinta sama karakter itu. Kita sekeluarga jatuh cinta dengan film itu. Bude setuju dengan nama Yeisha. Nama yang cantik dengan arti yang indah. Yeisha suatu hari nanti kamu akan tumbuh menjadi bintang, tidak perlu bintang film atau bintang dunia. Cukup bintang untuk keluarga, sekarang pun Yeisha sudah jadi bintang pemberani. Yeisha bikin rumah selalu ramai dan penuh tawa. Yeisha selalu berani untuk mencoba hal - hal baru.
Yeisha, Bude selalu sedih kalau ingat Bude tidak ada di rumah untuk melihat Yeisha tumbuh. Mendengar kata pertama, tangis dan tawa Yeisha. Bude cuma bisa lihat foto Yeisha dan dengar semua cerita tentang Yeisha. Yeisha kupu kecil Bude, nikmati saja masa kecil mu, Jangan terburu - buru menjadi besar. Terbang dan kepakan sayap kecilmu sesuka hati. Jangan ragu untuk jatuh atau terluka. Ada banyak orang - orang tercinta yang akan menolongmu. Menjagamu dan mencintaimu tanpa batas. Selamat Ulang tahun yang ke dua, Bude berharap dan berdoa semoga Bude bisa bermain dan bersenang - senang dengan Yeisha. Nah Kupu kecil bintang pemberani, sampaikan salam Bude untuk orang - orang tercinta di rumah, tolong bisikan ke telinga mereka. Bude disini sangat rindu dan ingin terbang pulang.
Alymer 25 Dec 05

Wednesday, November 30, 2005

commitment

Saat ini jam 4:25, di luar sudah mulai gelap. Senang nya dua hari ini tidak turun salju bahkan suhunya untuk ukuran winter sangat hangat. Hujan turun dua hari menghapus dan menghilangkan salju untuk sementara asyikkkkkkkkk. Kamar kosong cuma aku dan Duta yang sedang nyanyi - nyanyi dari album Pejantan Tangguh plus ikan koki (baru beli) aku kasih nama blackie karena warnanya hitam mulus, semoga saja dia bertahan hidup jangan seperti pendahulu 2 nya yang cuma bertahan satu minggu hik hik hik goldie dan gill kedua duanya sudah ke alam yang berbeda semoga ada surga untuk ikan koki amin.
Hari ini aku kepikiran tentang kata commitment, sebenarnya apa sih artinya, pasangan selalu meributkan dalam setiap pertengkaran (mungkin hanya pertengkaranku hehehehe) Akhirnya commitment......................eng gg ggggggngggggg buka kamus besar dan ada dua terjemahan yang pertama adalah janji dan yang kedua adalah tanggung jawab. Jadi kalau aku punya commitment sama seseorang berarti aku memiliki janji atau tanggung jawab. Lalu apa sih bentuk commitment kalau aku bilang I Love U atau Aku Sayang Kamu tanpa apa embel embel dibelakangnya apakah itu sudah commitment. Itu kan cuma ungkapan rasa . Trus kalau sudah menjadi sepasang kekasih tanpa mengucapkan apapun otomatis saja kamu pacarku dan aku pacarmu berarti kita sudah commit untuk menjadi pasangan dengan janji dan tanggung jawab yang tidak tertulis.
Ternyata memiliki commitment itu berat. Tidak ada aturan yang tertulis yang berbicara adalah rasa. Janji dan tanggung jawab untuk mengerti pasangan kita, janji untuk selalu membahagiakan, janji untuk tidak selingkuh, janji untuk tidak pulang malam, janji gak dandan menor itu karena sudah punya commitment.
Terus bagaimana kalau sudah menikah, commitment itu juga yang akan selalu diingat ingat. Ahhhhh kita sudah punya commitment untuk menikah jadi kita harus jalani hidup bersama ini. Terus kalau ternyata janji dan tanggung jawab itu tidak bisa terpenuhi kalau ternyata commitment itu malah menyakiti dua belah pihak kenapa harus di teruskan. Dan pasti akan banyak masalah yang timbul tidak hanya masalah commitment ada orang terdekat yang akan tersakiti juga. Yang harus dijaga hatinya yang harus ditutup mata dan telinganya untuk setiap pertengkaran 2 yang terjadi. Cukup kamu dan aku saja yang tahu.
Berapa banyak commitment yang aku punya dulu, berapa banyak pertengkaran yang aku ciptakan karena aku sendiri tidak tahu bertanggung jawab dan berjanji untuk apa. Yang aku tahu rasa adalah sesuatu yang bisa aku ikuti, tapi kadang rasa juga aku manipulasi untuk tetap mecintai...................karena aku menjaga orang 2 di sekitarku.
Sungguh aku tidak tahu commitment..................sungguh aku sulit untuk percaya commitment.
Ps : Untuk Sahabatku di Jakarta.....................semoga semuanya baik baik saja.

Monday, November 14, 2005

Winter Was Not My Season

Musim dingin di ujung hidung. Mengigil setiap hari, kulit kering, ditambah sariawan dan panas dalam. Walaupun sudah pake jaket yang lumayan tebal dan gaya (hasil banting tulang dan meres keringat). Biar tetep modis tetep aku tidak pernah bisa mencintai dingin. Tetap aku tidak bisa berjalan dengan riang diantara rumput yang mulai membeku dan angin yang mencubiti kulit. Tetap aku misuh misuh kalau kepala mulai nyut nyutan, tetep aku sering terpeleset jatuh manis di atas pantat. Hah rasanya hari berkejaran dengan matahari. Tiba tiba saja gelap datang jam 5 sore. Dan Jam 6 seperti jam 10.
Salju pertama datang, salju kedua datang dan tiba - tiba sepanjang mata memandang putih dan putih. Tapi sungguh Tuhan itu hebat dari banyak salju yang tumpah ruah, motive nya berbeda beda habat sekali Tuhan.
Ah seharusnya aku tidak misuh misuh dan mengumpat panjang pendek. Baru dingin , baru jatuh dan terpeleset........ masih banyak orang yang lebih menderita dari aku. Jadi harusnya nikmati saja setiap hela nafas, langkah kaki dan semua yang terjadi. Minggu yang tiba - tiba penuh, kalau bisa sewa matahari untuk terang lebih lama lagi minimal 3 jam extra deh. Aku pasti senang sekali.
Kok hatiku masih membeku, masih tidak bisa mencicipi sedikit rasa hidup. Rasanya yah gitu gitu saja. Bangun pagi, berjalan jauh, dingin...........biasa saja. Kalau misuh juga termasuk rasa iyah berarti aku gak numb numb bgt. Cuma rasa yang lain, rasa hangat yang tiba 2 mengalir di hati. Rasa bahagia yang mengendap, rasa cinta yang abadi. Hahahahahaha kupu kecil, hari gini masih ngomongin cinta. Masih percaya sama Cinta, sepertinya cinta dan benci bedanya tipis sekali. Mencintai dan sekaligus membenci. Susah dibedakan , masih cintakah atau tinggal kebencian yang merajai menjadikan mati rasa. Yang tinggal cuma ya sudah dehhhhhhhh apa saja dehhhhhhhhh. Pasrah dehhhhhhhhhhhh
Pokoknya nulis di blog mau mutu atau gak mutu yang penting nulis. huhuhuhu I hate winter sungguh ....................pantatku masih sakit nih. Harusnya malam ini jingkrak 2 nonton U2 sama Mba Anna dasar DEREK pembohong. Bono oh Bono U2 oh U2............................hik hik hik

Thursday, November 03, 2005

Selamat Ulang Tahun Sis



Hari ini 3 Nov, Mba ku yang satu ini berulang tahun. Saat semua orang Indonesia merayakan lebaran. Hem senangnya semua orang ikut merayakan ulang tahunmu. Makan bersama keluarga dan pakai baju baru seluruh orang Indonesia berbahagia untuk Mba. 34 tahun bukankah itu angka yang mujur. 3 + 4 sama dengan 7 coba deh tanya ke ahli angka, pasti itu angka mujur hehehehe. Aku sangat beruntung bertemu dengan Mba bonus dengan jagoan 2 kecil yang tidak pernah bisa diam plus suami yang baik sama aku hihihihi. Semoga tahun ini semoga hari ini Mba tambah bahagia. Selalu cantik dan senyum setia saat. Jangan pernah menangis karena jauh dari keluarga. Aku adikmu yang wagu selalu ada di sini. Dan keluarga di Jakarta adalah keluargamu sendiri. Jadi lihat Mba punya banyak keluarga yang sayang. Aku doakan semoga wish list nya kesampean punya PS 2 atau PSP.
SELAMAT ULANG TAHUN YAH...................PANJANG UMUR DAN BAHAGIA SELALU...........WALAU MBA BENCI DENGAN SUARAKU AKU TETAP AKAN MENYANYIKAN LAGU PANJANG UMURNYA DENGAN IRAMA DANGDUT IRINGAN SONETA GROUP JANGAN KHAWATIR ITU ..................................HIP HIP HURAYYYYYYYYYYYYYY

Monday, October 31, 2005

Blue Blue hik hik hik Blue


Mungkin karena hari ini mendung, aku jadi feelling so blue. Atau karena udara sangat dingin aku jadi perlu meneteskan air mata biar hangat di pipi. Atau karena di kulkas gak ada makanan dan bingung mau masak apa untuk buka puasa aku jadi blue. Atau karena sebentar lagi lebaran dan aku selalu ingat keluarga setiap detik. Banyak alasan yang tiba - tiba muncul di kepala kenapa aku blue. Kenapa aku menangis, kenapa aku bersedih, kenapa tiba - tiba aku merasa minder dan penyakit rendah diri nya kumat.
Lebaran, dua tahun yang lalu. berjejalan di mobil tanpa AC, nyanyi satu album dari Sheila sampe Ikke Nurjanah. Diselingin, omelan bapak untuk diam. Mampir di warung - warung makan langganan Ibu. Mampir di toko 2 untuk membeli oleh-oleh. Lebaran 2 tahun yang lalu. Tidur bersama ponakan - ponakan gelar tikar sambil nonton Jin dan Jun. Tertawa sampai larut malam. Bercanda sampai ada yang nangis. Ah pasti mereka sudah besar 2 sekarang. Pasti rumah Embah di Gombong bakalan penuh. Belum sore - sore metik jambu air, sambil nungguin soto gombog lewat. Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh tuh khan aku nangis lagi. Shhhhhhhhhhhhhhhh shhhhhhhhhhhh ambil nafas panjang keluarkan. Nafas panjang keluarkan. AKu ingat sepeda onta embahku. Biasanya aku yang suka kelayapan pake sendal jepit embah naik sepeda, keliling 2 kampung. Nyari kepik warna warni di sawah, main di TK dekat rumah sama ponakan - ponakan. Beli kembang api dan makan usus goreng. Embah putri selalu bilang. Kepala ayam dan usus goreng cuma buat Mbak yang lainnya makan dada sama paha. Dan bagian usus, ceker, kepala ayam buat spesial buat aku. Asyikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk, enaknya makan kepala ayam goreng, usus, dan ceker. Dan selalu setiap kita selesai makan, cuci piring di sumur. Kata ibuku enak cuci piring di sumur, seger, daripada di dalam airnya gak seger. Huh padahal cape kalau harus nimba. Dan serunya cuci piring sama tante - tante cilik yang cantik cantik. Duh kangennya.
Dan hari ini tanpa alasan yang tepat, dengan banyak pembenaran di kepala. Aku mulai mempertanyakan lagi kenapa aku di sini. Apa yang aku perjuangan, apa yang aku inginkan. Penyekit minderku keluar lagi. Penyakit rendah diriku datang lagi. Aku harus mulai berlari dari 0 lagi. Saat teman - teman yang lain sudah mencapai setengah garis finish, aku baru mulai berlari. Dan berlari yang pelan. Aku merasa tertinggal, aku merasa terjauh.
Cinta yang banyak yang aku punya di sana, aku tinggal dan aku mencari satu cinta disini.
Mungkin karena hari ini mendung dan mungkin karena sebentar lagi lebaran, aku jadi blue gini.
Selamat Idul Fitri kupu kecil, cobalah untuk memaafkan diri kamu dulu, sebelum memaafkan orang lain. Cobalah bahagia untuk diri kamu dulu sebelum memberi bahagia untuk orang lain. Selamat Idul Fitri keluarga tercinta, selamat idul fitri teman - teman tersayang.
Ps : Mba Anna thanks untuk dengerin sampah ku hari ini, aku yakin cuma karena hari ini mendung aku jadi blue.

Wednesday, October 26, 2005

Baby Story


Siang yang dingin, dingin yang mengigit. Duduk di depan televisi, saluran yang selalu di pindah. Bingung mau melakukan apa. Yah sudah nonton TV seharian, dari music television, CSI sampe acara masak memasak. Dan mataku tertumbuk tidak mau lepas, Baby Story ahhhhhhhhhhh ada yang mengelitik di sudut hati. Keinginan untuk menonton dan keinginan secepatnya untuk memindah. Baby story, kisah perjuangan ibu - ibu melahirkan. Dan benar - benar dari awal proses kelahiran bayi sampe selesai. Ada yang hangat di sudut mata. Aku ikut merasakan kesakitan mereka aku ikut merasakan kebahagian mereka. Aku bisa menyentuh air mata mereka, aku bisa menyentuh bahagia mereka. Indahnya menjadi seorang ibu, menjadi wanita yang sebenarnya wanita. Jiwa - jiwa yang mungil, tubuh yang rapuh, dan tangis panjang yang penuh cinta. Dan kalau tiba - tiba ada yang menyesak di dada karena tayangan itu. Memilih untuk telungkup di bantal dan terisak pelan, ah cengengnya aku. Aku cuma bisa bergumam di dalam hati. Aku cuma bisa berdoa untuk calon anakku.............suatu hari nanti jika benih yang dititipkan Tuhan bersemai di rahimku. Aku akan jaga dengan sepenuh hati, dengan cinta yang tidak pernah habis, dengan sabar yang tidak pernah putus.....................Aku ingin menjadi ibu, aku ingin mendengar tangis dan tawa anakku. Aku ingin mencintai tanpa batas. Cinta antara Ibu dan Anak.
ps : Choday suatu hari nanti, kita berdua, aku dan kamu akan ada yang memanggil kita Bunda . Dan kita nyanyikan kupu - kupu yang lucu sebagai pengantar tidur atau mungkin bintang kecil. Suatu hari nanti........tunggu saja

Sunday, October 23, 2005

Keputusan

.....................................................................................
Aku sedang berfikir tentang KEPUTUSAN. Awalnya dari sebuah keputusan yang membawaku kesini. Keputusan yang diambil, tidak tahu dengan logika yang jalan atau dengan hati yang buta. Tiba - tiba saja aku memutuskan iyah aku pergi, iyah aku siap dengan resiko, iyah aku terbang. Dan setiap kali aku tersambung dengan orang - orang yang tersayang di Jakarta. Aku kembali meragukan keputusan yang aku ambil. Apakah ini keputusan yang tepat, atau ini sebuah jalan untuk melarikan diri. Terbang dari masa lalu dan terbang dan sejuta masalah yang saling bertumpuk. Bukan hidup namanya kalau tidak pernah ada masalah bukan hidup namanya kalau semuanya tidak kita dapatkan dengan mudah. Mudah untuk diucapkan, mudah untuk memotivasi. Tapi hati juga bisa lelah, lelah mengulang semua. Lelah memulai semua dari O besar. Dan lelah untuk belajar mencintai dan belajar menerima. Selalu terbayang hangat rumah, bau kopi dan kamar tidurku yang berwarna warni. Disini begitu dingin, semua begitu kaku. Dan ketika aku selalu tersambung dengan orang - orang tersayang. Aku selalu meragukan. APAKAH INI KEPUTUSAN YANG TEPAT .........................
Selalu ada yang berteriak di sudut hati......................aku lelah, aku ingin pulang, aku kangen wangi bunda.
Alymer - Kangen Rumah sungguh

Monday, October 17, 2005

IL DIVO


Sabtu sore yang gelap. Ahhhhhhhhh musim dingin cuma tinggal di ujung bulan. Hari yang mulai pendek. Matahari yang malas terbit dan tergesa - gesa untuk tengelam. Dan aku seperti biasa dalam bis yang hangat. Baru jam 7 sore. Jalanan gelap dan udara mengigit kulit. Dingin yang tidak pernah aku suka. Senangnya semua bis disini punya sistem penghangat. Jadi tidak perlu kedinginan di Bis. Tempelkan saja badan di dinding bis pasti hangat hehehehehe. Atau kalau mau nekat juga tempelkan saja badan dengan penumpang yang lain (ahhhhhhhhhhhh ahhhhhhhh mau apalagi yang ganteng dan berbau manis). Dan sore ini juga aku berkenalan dengan 4 cowok ganteng bersuara aduh susah mengambarkan, merdu, indah, kuat, ah ah ah aku jatuh cinta lagi. IL Divo, aku mungkin tidak mengerti apa yang mereka nyanyikan. Aku cuma bisa merasa, suara mereka indah, hatiku nyaman, deg deg deg yang menyenangkan. Ini pertama kali aku dengar lagu mereka, ini pertama kali aku mendengar Unbreak My heart dan My Way dinyanyikan dengan cara klasik dengan bahasa yang sama sekali aku tidak mengerti Itali. Dan ini pertama kali aku menyukai klasik yang tidak berat. Klasik yang sederhana dan asyik. Ahhhhhhhhhhhhhh Italiano, ahhhhhhh IL Divo sebenarnya artinya Male Diva dalam bahasa Itali. Ah ada juga klasik yang tidak bikin mumet ada juga klasik yang bisa bikin hati berasa seperti ada yg menusuk - nusuk. Seperti ada keindahan yang menyusup dan kemudian tertinggal dan yg tersisa cuma jatuh cinta, jatuh cinta yang dalam. Mereka memang diva, pencarian seantero dunia cuma untuk membentuk grup vokal 4 orang membuahkan hasil yang luar biasa. Suara mereka dengan timbre yang berbeda, dengan oktaf yang tinggi bisa dijangkau. Ah ah tidak cuma wajah mereka yang indah suara mereka juga indah. Yang aku lakukan cuma menempelkan wajah di kaca, dan badan di bis sambil membayangkan terbang di antara lampu - lampu di sepanjang jembatan Ottawa ditemani IL Divo.
Selamat datang IL DIVO silahkan masuk ke dalam hatiku.
Selamat datang musim dingin, aku tidak pernah bisa mencintaimu maaf.
Alymer Senin Pagi (blom mandi dan gosok gigi) sambil mendengarkan IL Divo yang diputar berulang ulang (maklum masih download tunggu yah sampe aku punya uang aku pasti beli CD kamu hehehehehehe)

Monday, October 10, 2005

Restu Bumi

Kalau aku tidak menginap di tempat Mba Anna, mungkin kita tidak akan pernah tahu lagu itu memiliki kenangan untuk aku dan Mba Anna. Dan kemudian kita bercerita, kita berbagi tentang satu keping masa lalu. Ahhhhhhhhhhh sudah bertahun tahun yang lalu. Bis patas AC jurusan Kampung Rambutan 2001. Aku duduk sendiri mengantuk 20 menit sebelum sampai tujuan. Tiba - tiba bip bip pesan masuk, " Hai Naomi, masih ingat aku? from restu bumi ". Ingatanku berkelebat dan aku pun mulai membayangkan seperti apa dia sekarang. Apa yang dia kerjakan. Dana, Dana geni. Lelaki yang mencintaiku tanpa batas, mencintaiku dengan cara yang unik. Dulu, dulu sekali aku dan adik ku punya radio gelap (kita sebut gelap karena penerangan yang minim) . Tapi ini benar stasiun radio yang mengudara, dengan frekwensi, dengan lagu yang diputar plus dengan penyiar - penyiar. Aku masih kuliah saat itu, setiap pulang ke rumah, aku menyempatkan diri untuk siaran. Menjaring pengemar dan menyalurkan hobby cuap - cuap hehehehehe. Dan kamu Dana Geni, setiap hari selalu meminta lagu yang sama untuk diputar dan mengirimkan nya untuk aku. " Dari Dana untuk Naomi lagunya Restu Bumi............ Hahahahaha nama yang aneh Naomi aku lupa kenapa aku memilih nama itu untuk di udara. Mungkin karena aku suka dengan teman kuliahku Naomi yang bandel. Ah dan aku tidak mengenalmu kecuali dari request kamu dan telp kamu. Yang aku tahu kamu masih kelas 3 SMP di SMP paling ngetop di kota kita. Ahhhhhhhhhhh remaja pikirku waktu itu. Dan tiba tiba setahun kemudian. Kamu datang ke tempat kostku. Dengan seragam SMA dan aku sama sekali tidak tahu siapa kamu. Kamu cuma bilang Mba Naomi aku Dana, yang suka minta lagu Restu Bumi. Hah sejuta pertanyaan berhamburan, dari mana anak ini tahu aku tinggal. Kok bisa datang ke Yogya bla bla bla. Dan kita bercerita, kamu Dana yang SMP sudah lulus dan meneruskan SMA di Yogya. Kita mengobrol, kita berbagi cerita tertawa. Kamu selalu memanggilku Mbak. Dan pertanyaan yang berhamburan. Mba sudah punya pacar belum ? hahahahahaha . Kamu lucu, kamu cute untuk ukuran SMA. Dengan tahi lalat di bibir. Dan kamu tinggi besar untuk ukuran SMA. Sayang aku sudah punya pacar dan sayang kamu masih SMA. Kalau seumuran mungkin sudah aku pacari kamu. Dan kita tidak pernah bertemu, kamu sibuk aku sibuk. Yang aku ingat sebelum kita berpisah siang itu. Kamu bilang. Mba aku sayang kamu, aku jatuh cinta sama kamu. Yah Dana, cinta datang tidak memandang umur. Bertahun tahun kemudian, kita masih bertemu mulai dari pesan singkat kamu. Kamu mencariku Dana, kamu mencoba mencari tahu dimana aku. Dan kita akhirnya bertemu Dana yang lebih dewasa Dana yang lebih besar. Dana yang selalu mencintaiku dengan cara yang unik. Dana ...........................satu keping masa lalu yang aku simpan rapi di relung hatiku untuk sayang dan cintanya yang tidak perlu dipertanyakan. Ternyata jalan hidup membawa perjalanan yang berbeda arah dan jalur untuk kita berdua. Mungkin sekarang kamu sibuk dengan skripsi yang belum selesai atau sibuk dengan hidup yang lain. Dan aku sibuk untuk bertahan hidup. Dan, Dana setiap kali aku nyanyikan lagu itu. Aku selalu teriak............................Dari Naomi untuk Dana Restu Bumi dari Dewa 19.
Sewangi ...
Bunga mawar tubuhmu Menghampar di permadani
Mengetuk hasrat 'tuk menjamah Surgamu...
Kilaumu ... bagaikan mutiara
Menghiasi muka bumi Warnamu yang kujilati Sendiri ...
Kuyakinkan restu bumi (restu bumi kami)
Bangunkan jiwaku (bangun jiwa kami Basuhi raga kita (basuh raga yang kering)
Restu bumi leburkan hati (basuh jiwa yang sepi)
Sucikan dari debu dunia (melayang, berdua)
Ku raba ... jiwamu yang bersahabat
Tundukkan suasana hati
Seiring sepi menjepit Sukmaku...
Seorang bijak'kan memahami
Cinta bukan dicari, diraih
Cintapun hadir sendiri ..
ps : Untuk Mba Anna thanks obrolan sampe lewat tengah malamnya, aku sangat menikmati itu..................

Tuesday, September 27, 2005

Hujan

Seandainya langit tidak meluruhkan hujan pagi itu...
Mungkin aku tidak akan terjebak di pojok halte bus...
Riap hujan,
Dingin kaca,
Hembusan angin,
Pikiran kosong,
Rokok tanpa pemantik, cuma jadi permainan di jariku........
Ah seandainya aku punya satu batang korek api. Mungkin aku bisa usir gigil ini. Aku bisa usir dingin ini. Dan aku bisa menikmati denyar lembut yang merayap pelan di sela - sela kepalaku. Ah nikmatnya membayangkan asap tebal yang kian menipis, dari mulutku. Membayangkan rasa manis di bibirku dan panas yang dikumpulkan asap. Seandainya hujan tidak menjebak ku pagi itu. Mungkin aku tidak akan pernah menangis untuk dia. Mengingat-mu dengan helaan nafas berat. Dan rindu yang menguat. Apakah ini yang dinamakan ikatan, kita diikat erat oleh masa lalu kita. Aku disini dan kamu disana. Kita tidak ingin saling memiliki, iyah aku tahu itu. Atau lebih tepatnya aku yang tidak ingin kau miliki. Kamu mengikatku erat, ikatan yang tak terlihat, ikatan yang menyakitkan. Aku tidak pernah membolehkan sedikit ruang untuk kau singgahi. Hanya hujan pagi itu benar 2 membuatku kembali terisak oleh kamu. Kamu pasti ingat hujan pagi itu, kita berdua mengigil di halte tanpa kaca. Menertawakan Vespa tua, yang setia di trotoar. Dan sekarang hujan yang sama, tempat yang berbeda, kamu yang menyakitiku dan aku yang terisak pelan, merindukanmu........................................

...........................gigil.................hujan....................basah..........................rindu...................................

Monday, September 12, 2005

selamat datang musim gugur

Pagi yang berselimut dingin............
matahari yang mulai malas terbit..............
Ah - musim yang berganti -
Pucuk yang hijau.........
Pucuk yang merah........
Pucuk yang jingga........
Panas yang hangat............panas yang bersemangat.........
Dan Sekarang..............September yang sejuk........
September yang dingin.........
Biar aku ciumi sejuk yang nikmat.......
Biar aku nikmati pucuk daun yang terbakar warna...........
Biar aku nikmati sunyi ini......
Yang berbau manis dan rindu yang kian mengeras...........

- nara -


barangkali, kau izinkan aku menjadi adam
dan kupandang kau sebagai hawa
kudiamkan gigilmu dengan bibirku
dan manis telingamu memancing suaraku
"nara, kubisikkan
cinta, seperti yang diucapkan adam ketika bertemu hawa
setelah mereka dibuang dari surga
(dengan bahasa apa aku memahamimu, Djiwa yang melanglang bebas)
dari elang untuk kado ultah nara

Friday, September 02, 2005

Selamat Ulang tahun Kupu Kecil


2 Sept 1976 - 2 Sept 2005. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Apa yang harus aku tuliskan untuk perayaan bertambahnya umurku. Ini kali kedua aku merayakan di negeri para raksasa. Tahun kemaren, cukup dengan 3 orang dengan menu sederhana dan tiup lilin dengan kue yang sederhana. Dan tahun ini aku rayakan dengan teman - teman terbaik dan orang orang tercinta. Mendengarkan suara sumbang kekasihku menyanyikan selamat ulang tahun sepagian dan semalaman. Berjingkrak dan melompat kegirangan, apa yang harus di rayakan, toh aku sedang beranjak ke angka 30. Angka keramat menurut sebagian orang. Kemudian akan timbul banyak pertanyaan yang akan diluncurkan ...........sudah punya suami belum sudah punya anak berapa, kerja dimana..............pertanyaan yang kadang membuatku terlonjak keheranan. Siapa sih yang menerapkan aturan kalau kita 30 tahun sudah terlalu tua untuk menikah, sudah terlalu terlambat untuk punya anak. Siapa sih yang bikin aturan kesuksesan seseorang di lihat dari kerja dimana dan bla bla blah blahhhhhhhhhhhhh. Aku jadi ingat dulu jaman SMA, jaman aku muda aku punya cita cita yang sangat sederhana. Menikah umur 25 tahun, punya anak dua (ikutin anjuran pemerintah), punya motor kreditan yang bisa dipakai sekeluarga dan punya rumah kreditan dari bank. Tiap malam minggu naik motor ke pusat kota atau alun alun. Anak di depan bapak pegangan stang motor dan anak yang satu dipangku ibu........wuihhhhhhhhhhhh cita cita yang sangat sederhana. Dan sekarang lihat aku, 29 tahun masih tidak jelas, melajang, kerja serabutan dan wajahku pun ikut serabutan, jadi apa yang harus dibanggakan. Ah seandainya waktu bisa diputar balik mungkin saat aku umur 24 tahun aku akan blahhhhhhhhhhhh balhhhhhhhh bla.................Saat umur 26 aku akan blllllllaaaaaaaaaablaaaaaaaaaaaaaa blaaaaaaaaaaaaaaa, dan saat umur 28 aku akan blaaaaaaaaaaaaa blaaaaaaaaa blaaaaaaaaaaaa. Lihat apa yang dipikirkan kupu kecil gak mutu dan tidak ada gunanya. Harusnya kupu kecil bangga di usia 29 tahun bisa naik bis tanpa takut kesasar lagi di negeri yang penuh orang berbahasa aneh dan sistem transportasi yang teratur. Seharusnya kupu kecil bangga, walaupun kerja serabutan tetap happy dan tidak pernah minta bantuan siapapun. Harusnya kupu kecil bangga masih bisa joged joged di bis kosong tanpa perduli pak supir yang cengar cengir. Harusnya kupu kecil bangga, sayapnya mulai kuat dan berani terbang keluar taman. Harusnya kupu kecil tidak pernah merasa hidupnya sia sia dan umurnya terbuang percuma karena setiap hari adalah anugrah. Harusnya kupu kecil berhenti menangis dan mulai kembali teriak teriak lagi AYOOOOOOOOOOOOO SEMANGATTTTTTTTT.
Iyah iyah aku juga mau semangat. Aku juga mau merasa kuat lagi dan bersabar. Ingat setiap perjalanan selalu ada ujung. Jadi nikmati saja 29 tahunmu. Dan teruslah terbang sambil goyang. Karena hidup terlalu singkat untuk selalu ditangisi.
Selamat Ulang Tahun Kupu Kecil
PS : Untuk keluargaku tersayang dan sahabat sahabat di Jakarta, terimakasih untuk celoteh ramainya dan doa yang tidak pernah putus. Untuk Mba Anna dan Mba Maureen terimakasih untuk hari yang indah dan kupu - kupu yang cantik. Untuk kekasihku.................. kamu benar - benar menjadikan hari ini berarti untukku.

Wednesday, August 31, 2005

Catatan Akhir Agustus


Hujan sepagian, hujan sesiangan dan sore yang bergulir pelan tanpa denyut yang bisa kunikmati. Apa yang harus kutulis untuk Agustus yang begitu penuh dan berwarna. Orang - orang tesayang merayakan Ulang Tahun.......David, Ibunda Collin, Jagoan kecilku Kevin, Adek Iparku Fitri, sahabatku Ciblon. Doa yang panjang dan harapan semoga terwujud semua mimpinya. Dan Agustus juga memberikan banyak pelajaran berharga. Harus kehilangan satu orang teman. Begitu mudah menjadikan teman menjadi musuh dan betapa susah untuk menjadikan satu sahabat dari puluhan teman. Bukankah mencari teman satu musim sangat mudah, musim ketika semuanya indah dan gratis. Sedangkan mencari teman untuk segala musim, menjadi satu keberuntungan tersendiri. Dan aku cukup beruntung memiliki lebih dari satu teman, teman segala musim. Ah pelajaran yang tidak akan aku lupakan. Pelajaran untuk menyimpan, pelajaran untuk mengerti, dan pelajaran untuk diam. Mencoba memilih apa yang ada di kepala tidak perlu dikeluarkan di mulut. Apa yang ada di hati tidak perlu di utarakan. Cukup simpan dan kemudian muntahkan diam-diam. Bisa lewat hembusan asap rokok atau nongkrong saja di toilet plung plung ...........ngeden sedikit dan beres. Tidak perlu jujur kepada orang dan tidak perlu membuat "teman" sakit hati. Ah aku rindu kota besarku, kota yang penuh tapi aku selalu punya tempat, tempat untuk berbagi dan tak terbatas...............(untuk sahabat - sahabatku di Jakarta, selalu ada rindu yang memberat selalu ada rindu yang berwarna warni, aku cuma menghitung waktu sampai perjumpaan kembali kita, Choday tunggu aku ).
ps : untuk Mba Anna, terimakasih untuk menjadi teman segala musimku

Monday, August 08, 2005

Tuhan, jaga Ibu.


Tuhan jenguk aku sebentar saja........... aku tahu pasti Tuhan akan bilang, Kenapa tidak kamu saja yang menjenguk AKU. Sudah Tuhan, aku jenguk walau kadang cuma satu atau dua kali sehari.........aku selalu berusaha menjenguk-MU. Sebelum tidur, pas di bis, pas menangis, pas rindu Ibu, selalu Tuhan aku sapa Kamu. Tuhan pasti ingat, siang kemaren...........saat aku sangat sibuk dan jari - jariku terjepit pintu garasi. Aku terburu - buru dan lupa menyebut namamu. Mungkin Kamu marah yah karena aku lupa, tapi aku tahu Tuhan bukan pemarah. Aku saja yang terlalu terburu - buru. Tuhan, pasti tahu, aku menangis sangat keras dan menjerit minta tolong, tidak ada yang mendengar, ketakutan, jari - jariku memutih dan aku cuma bisa teriak dan menangis. Bingung harus diapakan pintu tebal itu, di tendang dan diangkat akhirnya lepas juga, tapi aku tetap menangis keras, sangat keras, berlari ke dalam dengan tangan yang gemetar, dan jari - jari yang memutih. Aku takut sekali Tuhan, baru kali ini aku merasa takut disini. Tuhan juga pasti tahu kemaren baru sebagian kecil rasa takut-ku. Aku punya banyak rasa takut Tuhan tahu semuanya. Jadi aku tidak usah bercerita banyak. Siang itu aku cengeng, menangis, shock dan kesakitan.
Untung ada yang menolong memijat, bunyi kletak kletik yang halus dari jariku. Terimakasih Tuhan cuma mengsol sedikit dan bisa lurus lagi. Terimakasih aku bisa lepas dari pintu Garasi itu, cuma meninggalkan gemetar yang hebat dan nyut nyut yang tidak hilang hilang. Tapi Tuhan juga tahu Show must go on. Jadi aku pergi ke kamar mandi dan rapal mantra, ambil nafas keluarkan, ambil nafas keluarkan, energi yang coba aku ambil dari alam. Energi untuk menenangkan hati sambil bergumam sabar ......sabar.........sabar .........kupu kecil, semua akan baik baik saja. Dan aku kembali sibuk dengan satu tangan yang tidak bisa berfungsi sempurna. Lihat kan Tuhan, aku jago pura - pura.
Jalan pelan - pelan, bekerja dan akhirnya selesai juga eventnya........beres - beres.......rapal mantra...........sabar .......sabar...........sabar.........ambil nafas simpan dalam dada keluarkan . Tuhan juga pasti lihat kalau aku menyembunyikan air mata, dan menangis saat nemu tempat sepi. Sampai ujung jaket ku basah sibuk untuk mengelap. Tuhan pasti akan bilang aku cengeng dan tidak tahan cobaan. Tuhan pasti menertawakan aku. Iyah aku akui aku cengeng. Cuma Tuhan, aku sibuk bekerja dan ada banyak orang yang menanyakan kenapa aku sibuk. Oh yah aku sibuk karena aku bekerja, aku bekerja karena aku butuh uang. Dan mereka cuma duduk 2 sambil 2 tertawa. Huh enaknya yang cuma tinggal jalan - jalan dan belanja ini itu tanpa mikirin harus bekerja untuk itu. Huh enaknya kalau cuma bisa merasa kasihan dengan kesibukan orang tanpa ada keinginan untuk membantu. Huh enaknya kalau cuma...........kalau cuma............kalau cuma. Stop kupu kecil, kamu tidak boleh merasa iri dengan hidup orang lain. Justru kamu harus bangga kamu bukan orang yang malas, kamu bukan orang rela hidup dengan lelaki walau sudah tua tapi kaya raya. Kamu punya prinsip kamu punya rasa mandiri yang kuat, jadi kenapa harus menangis................. Iyah alasan menangis ku jadi tidak jelas, karena jariku yang terjepit, hatiku yang tercabik, atau harga diriku yang aku pasang sangat tinggi dan aku jatuhkan berkeping - keping, atau karena kekasihku tidak mau menjemputku. Aku berhenti menangis Tuhan. Sampai aku pulang. Sampai aku menunggu bis sampai jauh malam. Aku lupa ini hari Sabtu dan tidak banyak bis ke Alymer. Dan tiba - tiba saja seorang ibu dengan wajah Asia dan rambut ikal melintas di depanku. Deg yang kuat deg di hati, aku ingat ibu, wanita itu sangat mirip dengan ibuku. Jadi Tuhan maafkan aku, kalau aku sekali lagi menangis. Sepanjang perjalanan pulang. Air mataku tidak bisa berhenti menetes. Aku ingat ibuku. Aku sangat rindu beliau. Rindu duduk berdua di ruang tamu dan selalu mencabut uban ibuku. Rindu omelan Ibu, rindu bau Ibu, rindu obrolan panjang berdua sampai jauh malam, sampai Ibu tertidur dan aku tetap keras kepala untuk mengobrol. Rindu susu kental dan kopi buatan ibuku. Rindu semuanya. Dan aku cuma bisa menangis tanpa suara di bis yang kosong. Dengan ujung jaket yang sibuk menghapus, sakit di hati yang ditahan. Dan Tuhan juga pasti tahu, aku menelpon Ibu ku sampai di rumah. Dan Tuhan juga pasti tahu. AKu mengigit bibirku sekeras-kerasnya agar tangis terbendung. Dan aku bercerita ttg siang yang naas. Dan aku tahu Ibu ku menangis, aku bisa dengar isak halus dari ujung sana. Bendunganku jebol. Kita berdua menangis, dengan isak yang tertahan. Rindu yang sangat panjang. AKu mencoba menenangkan Ibu dan Ibu mencoba menenangkan aku. Aku tidak suka mendengar Ibu menangis dan begitu juga Ibu. Tuhan masih sanggupkah aku tahankan rindu ini...
Tuhan kalau kalau,Kamu sedang enggan mengubah hidupku. Kalau Kamu masih senang membiarkan aku seperti ini. Tidak apa - apa cuma tolong jenguk saja Ibu ku...jaga beliau, aku janji insya allah tidak akan membuat Ibu menangis lagi. Tolong jaga Ibu yah Tuhan, biar tidurnya nyenyak, biar selalu sehat dan selalu bahagia. Aku disini baik baik saja. Sangat baik baik saja..................

Saturday, July 30, 2005

Takut

Dan Mba tiba - tiba hatiku merasa kosong. Kosong yang berat, kosong yang sedih, sore itu di dalam bis yang lembab. Kita berbicara tentang kabar itu, jangan salah sangka. Aku senang mendengar kabar baik itu. Aku senang kamu bahagia. Tapi salahkah aku kalau aku takut kehilangan kamu. Takut kehilangan obrolan panjang kita. Takut kehilangan jalan jalan rame kita. Takut kehilangan curhat - curhat gembira dan sedih kita. Takut aku merasa sendiri lagi, tanpa kamu di sini...................................sungguh aku senang dengan kabar itu.................sekaligus sedih................ada yang nyeri di dada.......Mba aku sungguh menyayangimu...........
Saat,
Canada lembab yang menyesak........
Dan aku terpekur menatap rumah kotak kotak.......
Dalam bis yang melaju kencang...........